BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rasa pedas merupakan cita rasa masakan di seluruh dunia. Hampir seluruh masyarakat dunia sudah tidak asing lagi dengan rasa pedas. Bahkan, rasa pedas sudah menjadi penambah cita rasa makanan yang mereka konsumsi.
Di Indonesia, rasa pedas sudah menjadi ciri khas makanan suatu daerah. Contohnya masakan padang yang hampir semua makanannya pedas. Mereka kebanyakan menggunakan cabai untuk membuat rasa pedas pada makanan yang dikonsumsi.
Ada beberapa cabai yang dikonsumsi oleh kebanyakan orang. Ada juga dampak yang biasanya dirasakan oleh sang pengkonsumsi setelah memakannya. Akan tetapi, banyak juga yang menyebutkan bahwa cabai mempunyai banyak kegunaan.
Pada penelitian kali ini, kami ingin mengetahui seberapa banyak manfaat cabai bagi kesehatan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa zat-zat yang terkandung dalam cabai ?
2. Apa dampak cabai bagi kesehatan ?
C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui manfaaat cabai bagi kesehatan
2. Mengetahui zat-zat yang ada dalam cabai
D. Manfaat Penelitian
Bagi peneliti :
- Menambah wawasan bagi peneliti
- Mengasah kemampuan peneliti dalam bidang KIR
Bagi pembaca :
- Menambah pengetahuan umum
Bagi sekolah :
- Menambah koleksi KIR
- Menambah pengetahuan dan wawasan baru
E. Hipotesa
- Cabai dapat dijadikan obat luka, pereda demam tinggi, sakit kepala dll.
- Cabai mempunyai zat yang bermanfaat bagi tubuh seperti kalsium dan fosfor yang mengungguli ikan segar
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. JENIS-JENIS CABAI
Cabai terdiri dari berbagai macam jenis. Jenis-jenis tersebut mempunyai perbedaan dengan jenis-jenis lainnya. Mulai dari bentuk, rasa hingga khasiatnya berbeda antara satu dengan yang lain. Diantaraya adalah :
1. Cabai Merah
Cabai Merah
(Capsicum Annuum L.)
Familia :
solanaceae
Uraian :
Cabai berasal dari Amerika tropis, tersebar mulai dari Meksiko sampai bagian utara Amerika Selatan. Di Indonesia, umumnya cabal dibudidayakan di daerah pantai sampai pegunungan, hanya kadang-kadang menjadi liar. Perdu tegak, tinggi 1-2,5 m, setahun atau menahun. Batang berkayu, berbuku-buku, percabangan lebar, penampang bersegi, batang muda berambut halus berwarna hijau. Daun tunggal, bertangkai (panjangnya 0,5-2,5 cm), letak tersebar. Helaian daun bentuknya bulat telur sampai elips, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, peutulangan menyirip, panjang 1,5-12 cm, lebar 1-5 cm, berwarna hijau. Bunga tunggal, berbentuk bintang, berwarna putih, keluar dari ketiak daun. Buahnya buah buni berbentuk kerucut memanjang, lurus atau bengkok, meruncing pada bagian ujungnya, menggantung, permukaan licin mengilap, diameter 1-2 cm, panjang 4-17 cm, beutangkai pendek, rasanya pedas. Buah muda berwarna hijau tua, setelah masak menjadi merah cerah. Biji yang masih muda berwarna kuning, setelah tua menjadi cokelat, berbentuk pipih, berdiameter sekitar 4 mm. Rasa buahnya yang pedas dapat mengeluarkan air mata orang yang menciumnya, tetapi orang tetap membutuhkannya untuk menambah nafsu makan. Keanekaragaman jenis cabai merah cukup tinggi. Artinya, cabal merah memiliki beberapa varietas dan kultivar yang dibedakan berdasai-kan bentuk, ukuran, rasa pedas, dan warna buahnya. Cabal merah dapat diperbanyak dengan biji.
Nama Lokal :
NAMA DAERAH Sumatera: campli, capli (Aceh), ekiji-kiji, kidi-kidi (Enggano), leudeu (Gayo), lacina (Batak Karo), lasiak, lasina (Batak Toba), lada sebua (Nias), raro sigoiso (Mentawai), lado (Minangkabau), cabi (Lampung), cabe, lasinao (Melayu). Jawa: cabe, lombok, sabrang (Sunda), lombok, mengkreng, cabe (Jawa), cabhi (Madura), tabia (Bali): Nusa Tenggara: sebia (Sasak), saha, sabia (Bima), mbaku hau (Sumba), koro (Flores), hili (Sawu). Kalimantan: sahang (Banjar), rada (Sampit), sambatu (Ngaju). Sulawesi: rica (Mana-do), bisa (Sangir), mareta (Mongondow), malita (Gorontalo), lada (Makasar), ladang (Bugis). Maluku: manca (Seram), siri (Ambon), kastela (Buru), maricang (Halmahera), rica lamo (Ternate, Tidore), maresen (Kalawat), rihapuan (Kapaon), riksak (Sarmi), ungun gunah (Berik). NAMA ASING La chiao (C), spaanse peper (B), piment, guinea pepper,cayenne pepper, red pepper (I), poivre long (P), beisbeere, spanischer pfeffer (J). NAMA SIMPLISIA Capsici Fructus (buah cabai merah).
2. Cabai Rawit
Capsicum frutescens L. Nama umum
Indonesia: Cabai rawit, cabe rawit, lombok rawit, cengek (Sunda)
Inggris: Hot pepper
Melayu: Cili padi, lada merah, lada mira
Thailand: Phrik kheenuu
Cina: La jiao, ye la zi
Jepang: Kidachi tougarashi
Cabai Rawit
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Solanales
Famili: Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus: Capsicum
Spesies: Capsicum frutescens L.
3. Cabe Jawa
Cabe Jawa
(Piper retrofractum Vahl.)
Sinonim :
= P.longum, Bl. = P.officinarum, (Miq.), DC. = Chavica offi- cinarum, Miq. = C. maritime, Miq.
Familia :
Piperaceae
Uraian :
Cabe jawa merupakan tumbuhan asli Indonesia, ditanam di pekarangan, ladang, atau tumbuh liar di tempat-tempat yang tanahnya dak lembap dan berpasir seperti di dekat pantai atau di hutan sampai ketinggian 600 m dpl. Tumbuhan menahun, batang percabangan liar, tumbuh memanjat; rnelilit, atau melata dengan akar lekatnya, panjangnya dapat mencapai 10 m. Percabangan dimulai dari pangkalnya yang keras dan menyerupai kayu. Daun tunggal, bertangkai, bentuknya bulat telur sampai lonjong, pangkal membulat, ujung runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas licin, permukaan bawah berbintik-bintik, panjang 8,5 - 30 cm, lebar 3 - 13 cm, hijau. Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bulir yang tumbuh tegak atau sedikit merunduk, bulir jantan lebih panjang dari bulir betina. Buah majemuk berupa bulir, bentuk bulat panjang sampai silindris, bagian ujung agak mengecil, permukaan tidak rata, bertonjolan teratur, panjang 2 - 7 cm, garis tengah 4 - 8 mm, bertangkai panjang, masih muda berwarna hijau, keras dan pedas, kemudian warna berturut-turut menjadi kuning gading dan akhirnya menjadi merah, lunak dan manis. Biji bulat pipih, keras, cokelat kehitaman. Perbanyakan dengan biji atau setek batang.
Nama Lokal :
Cabean, cabe alas, cabe areuy, cabe jawa, c. sula (Jawa),; Cabhi jhamo, cabe ongghu, cabe solah (Madura).; Lada panjang, cabai jawa, cabai panjang (Sumatera).; Cabia (Makasar). Long pepper (Inggris);
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kejang perut, muntah, perut kembung, mulas, disentri, diare, ; Sukar buang air besar, sakit kepala, sakit gigi, batuk, demam,; Hidung berlendir, lemah syahwat, sukar melahirkan, neurastenia,; Tekanan darah rendah, pencernaan terganggu, rematik goat, ; tidak hamil:rahim dingin, membersihkan rahim, badan lemah, ; Stroke, nyeri pinggang, kejang perut.;
B. ZAT-ZAT YANG TERKANDUNG DALAM CABAI
Cabai mengandung berbagai zat. Diantaranya dalah vitamin C. Vitamin c yang ada pada cabai sangat banyak. Cabai hijau besar mengandung 84 mg vitamin C, cabai merah besar kering mengandung 50 mg, cabai merah besar segar mengandung 18 mg dan cabai rawit segar mengandung 70mg vitamin c.
Cabai mengandung capcaisin. Capcaisin adalah zat yang membuah cabai berasa pedas. Capcaisin menempel pada urat putih cabai yaitu tempat melekatnya biji. Capcaisini ini berfungsi sebagai antioksidan dan meningkatkan kerja pencernaan. Capcaisin inilah yang menyebabkan kita bergairah untuk mengkonsumsi cabai walaupun terasa pedas.
Capcaisin juga dapat digunakan sebagai anti radang, mengobati bengkak dan bisul, menjaga darah tetap encer dan mencegah terbentuknya kerak lemak pada pembulu darah. Sehingga capcaisin dapat mencegah penyakit stroke, jantung koroner dan impotensi.
Zat lainnya adalah antioksidan. Antioksidan bermanfaat untuk mengatasi ketidak suburan, afrodisiak dan memperlambat proses penuaan.
Batakaroten juga terkangdung di cabai. Betakaroten atau provitamen A pada cabai ini mengalahkan buah populer sepeti mangga, nanas, pepaya dan semangka.
Cabai juga mengandung kalsium yang fosfor. Kalsium dan fosfor adalah zat yang bermanfaat bagi tulang. Kalsium dan fosfor yang ada dalam cabai mengungguli kalsium dan fosfor yang ada pada ikan.
C. MANFAAT CABAI
Cabai mengandung banyak sekali manfaat. Diantaranya adalah :
1. Cabe dapat meredakan pilek dan hidung tersumbat karena capsaicin dapat mengencerkan lendir. Sehingga, lendir yang tersumbat dalam rongga hidung akan menjadi encer dan keluar. Akibatnya, hidung menjadi tidak tersumbat lagi. Ini berlaku pada sinusitis dan juga batuk berdahak.
2. Cabe dapat memperkecil risiko terserang stroke, penyumbatan pembuluh darah, impotensi, dan jantung koroner. Karena, dengan mengkonsumsi capsaicin secara rutin darah akan tetap encer dan kerak lemak pada pembuluh darah tidak akan terbentuk. Sehingga, darah akan mengalir dengan lancar. Jadi, cabe juga berkhasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis).
3. Sebagai antibiotik alami.
4. Cabe dapat meringankan keluhan sakit kepala dan nyeri sendi. Karena, rasa pedas dan panas yang ditimbulkan capsaicin akan menghadang pengiriman sinyal rasa sakit dari pusat sistem saraf ke otak. Sehingga, rasa sakit tersebut akan berkurang, bahkan hilang.
5. Cabe dapat meningkatkan nafsu makan pengkonsumsinya. Karena, capsaicin dapat merangsang produksi hormon endorphin, hormon yang mampu membangkitkan rasa nikmat dan kebahagiaan. Sehingga, nafsu makan menjadi bertambah.
6. Menurunkan kadar kolesterol
7. kandungan antioksidannya dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan
8. Ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida Albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit
9. Menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas
10. Meredakan migraine
11. Untuk gangguan rematik dan frostbite (jari nyeri karena kedinginan)
12. Daunnya bisa digiling untuk dibalurkan di daerah yang sakit guna mengatasi sakit perut dan bisul.
13. Mengobati perut kembung
14. Membantu pembakaran kalori hingga 25%.
15. Memberikan kalsium dan fosfor bagi tubuh
16. Cabe menghasilkan vitamin C (lebih banyak daripada jeruk) dan provitamin A (lebih banyak daripada wortel) yang sangat diperlukan bagi tubuh.
17. Kaya akan kalsium dan fosfor yang mengungguli ikan segar.
18. Cabe dapat menghilangkan rasa dingin pada tubuh dengan cara mengoleskannya pada bagian yang terasa dingin.
D. DAMPAK NEGATIF MENGKONSUMSI CABAI
Selain cabai mempunyai manfaat atau khasiat, cabai juga mempunyai beberapa kerugian jika terlalu banyak dikonsumsi.
Mengkonsumsi cabai yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi lambung. Hal ini berkaitan dengan minyak aetheris yang dihasilkan oleh makanan pedas. Di dalam lambung, minyak ini akan menyebabkan peningkatan produksi asam lambung dan inilah yang akan menyebabkan perut terasa perih. Peningkatan produksi asam lambung yang terjadi secara terus menerus, akan menimbulkan iritasi pada lambung. Akibatnya, permukaan lambung akan menjadi rapuh dan mudah sekali mengalami luka. Penyakit ini biasa disebut sebagai gastritis atau yang biasa kita kenal dengan maag.
Makanan cabai juga dapat menyebabkan diare jika dikonsumsi secara berlebihan. Hal itu terjadi karena adanya gerakan peristaltik usus.
Cabai juga dapat menyabakan terjadinya usus buntu. Hal ini terjadi karena biji cabai yang menutupi appendiks yaitu umbai cacing yang terletak pada peralihan antara usu halus ke usus besar.
Semua dampa negatif mengkonsumsi cabai tergantung pada kebiasaan dan genetik. Terkadang ada orang yang walaupun hanya mengkonsumsi sedikit tetapi sudah merasakan dampak negatif dari mengkonsumsi cabai. Ada juga yang walaupun sudah mengkonsumsi dengan jumlah yang banyak tetapi belum merasakan dampak apa-apa.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. RANCANGAN PENELITIAN
Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metodi study pustaka.
B. WAKTU DAN TEMPAT
Bertempat di Jl. Joyo Raharjo 5/136A Malang pada hari Sabtu, 17 Oketober 2009
C .CARA PENGUMPULAN DATA
Mengumpulkan literatur dengan berbagai sumber yaitu dari buku, internet dan sumber-sumber lainnya.
`
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. HASIL PENELITIAN
1. ZAT-ZAT YANG TERKANDUNG DALAM CABAI
Cabai mengandung berbagai jenis zat. Diantaranya adalah :
a. Capcaisin
Capcaisin adalah zat yang menyebabkan rasa pedas pada cabai.
Tempat : menempel pada urat putih cabai yaitu tempat melekatnya
biji.
Fungsi : antioksidan, anti radang dan meningkatkan kerja
pencernaan.
Manfaat : dapat mengobati bengkak dan bisul, menjaga darah tetap
encer, mencegah terbentuknya kerak lemak pada pembulu
darah dan mencegah penyakit stroke, jantung koroner dan i
impotensi.
b. Betakaroten (provitamin A)
Betakaroten yang terkandung dalam cabai mengalahkan betakaroten yang terkandung dalam buah-buah populer.
Manfaat : Menjaga kesehatan jantung. Sebuah penelitian berhasil mengungkapkan bahwa orang yang darahnya mengandung beta karoten relatof tinggi, memiliki risiko rendah terhadap serangan jantung, melidungi tubuh dari efek buruk rokok dan polusi udara, melindungi seseorang dari ancaman alergi cahaya hingga 80% dan Membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Itu sebabnya suplemen beta karoten masuk dalam daftar pengobatan yang diberikan kepada pasien penderita AIDS.
c. Vitamin C
Vitamin C yang terkandung dalam cabai sangat banyak. Hal ini dibuktikan dengan Cabai hijau besar mengandung 84 mg vitamin C, cabai merah besar kering mengandung 50 mg, cabai merah besar segar mengandung 18 mg dan cabai rawit segar mengandung 70mg vitamin c.
d. Kalsium dan fosfor
Kalsium dan fosfor yang terkandung dalam cabai mengungguli kalsium dan fosfor yang ada pada ikan.
Manfaat : Pembentukan dan Pemeliharaan Tulang dan Gigi, Mencegah
Osteoporosis
e. Antioksidan
Manfaat : mengatasi ketidak suburan, afrodisiak dan memperlambat
proses penuaan
2. DAMPAK CABAI BAGI KESEHATAN
a. Dampak positif
Cabai mengandung banyak sekali manfaat. Diantaranya adalah :
1. Cabe dapat meredakan pilek dan hidung tersumbat karena capsaicin dapat mengencerkan lendir. Sehingga, lendir yang tersumbat dalam rongga hidung akan menjadi encer dan keluar. Akibatnya, hidung menjadi tidak tersumbat lagi. Ini berlaku pada sinusitis dan juga batuk berdahak.
2. Cabe dapat memperkecil risiko terserang stroke, penyumbatan pembuluh darah, impotensi, dan jantung koroner. Karena, dengan mengkonsumsi capsaicin secara rutin darah akan tetap encer dan kerak lemak pada pembuluh darah tidak akan terbentuk. Sehingga, darah akan mengalir dengan lancar. Jadi, cabe juga berkhasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis).
3. Sebagai antibiotik alami.
4. Cabe dapat meringankan keluhan sakit kepala dan nyeri sendi. Karena, rasa pedas dan panas yang ditimbulkan capsaicin akan menghadang pengiriman sinyal rasa sakit dari pusat sistem saraf ke otak. Sehingga, rasa sakit tersebut akan berkurang, bahkan hilang.
5. Cabe dapat meningkatkan nafsu makan pengkonsumsinya. Karena, capsaicin dapat merangsang produksi hormon endorphin, hormon yang mampu membangkitkan rasa nikmat dan kebahagiaan. Sehingga, nafsu makan menjadi bertambah.
6. Menurunkan kadar kolesterol
7. kandungan antioksidannya dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan
8. Ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida Albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit
9. Menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas
10. Meredakan migraine
11. Untuk gangguan rematik dan frostbite (jari nyeri karena kedinginan)
12. Daunnya bisa digiling untuk dibalurkan di daerah yang sakit guna mengatasi sakit perut dan bisul.
13. Mengobati perut kembung
14. Membantu pembakaran kalori hingga 25%.
15. Memberikan kalsium dan fosfor bagi tubuh
16. Cabe menghasilkan vitamin C (lebih banyak daripada jeruk) dan provitamin A (lebih banyak daripada wortel) yang sangat diperlukan bagi tubuh.
17. Kaya akan kalsium dan fosfor yang mengungguli ikan segar.
18. Cabe dapat menghilangkan rasa dingin pada tubuh dengan cara mengoleskannya pada bagian yang terasa dingin.
b. Dampak Negatif
Selain cabai mempunyai manfaat atau khasiat, cabai juga mempunyai beberapa kerugian jika terlalu banyak dikonsumsi.
Mengkonsumsi cabai yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi lambung. Hal ini berkaitan dengan minyak aetheris yang dihasilkan oleh makanan pedas. Di dalam lambung, minyak ini akan menyebabkan peningkatan produksi asam lambung dan inilah yang akan menyebabkan perut terasa perih. Peningkatan produksi asam lambung yang terjadi secara terus menerus, akan menimbulkan iritasi pada lambung. Akibatnya, permukaan lambung akan menjadi rapuh dan mudah sekali mengalami luka. Penyakit ini biasa disebut sebagai gastritis atau yang biasa kita kenal dengan maag.
Makanan cabai juga dapat menyebabkan diare jika dikonsumsi secara berlebihan. Hal itu terjadi karena adanya gerakan peristaltik usus.
Cabai juga dapat menyabakan terjadinya usus buntu. Hal ini terjadi karena biji cabai yang menutupi appendiks yaitu umbai cacing yang terletak pada peralihan antara usu halus ke usus besar.
Semua dampak negatif mengkonsumsi cabai tergantung pada kebiasaan dan genetik. Terkadang ada orang yang walaupun hanya mengkonsumsi sedikit tetapi sudah merasakan dampak negatif dari mengkonsumsi cabai. Ada juga yang walaupun sudah mengkonsumsi dengan jumlah yang banyak tetapi belum merasakan dampak apa-apa.
B. HASIL PENELITIAN
Dari data diatas dapat diketahui bahwa cabai terdiri dari berbagai zat. Diantaranya adalah capcaisin, betakaroten, vitamin C, kalsium dan fosfor serta anti oksidan. Zat-zat tersebut memiliki manfaat sendiri-sendiri jika dikonsumsi. Seperti capcaisin. Capcaisin adalah zat yang menyebabkan rasa pedas pada cabai. Capcaisin ini berfungsi sebagai anti radang dan pelancar system pencernaan. Sedangkan betakaroten atau provitamin A adalah zat yang berguna untuk menjaga kesehatan jantung.
Cabai juga memiliki dampak jika dikonsumsi oleh seseorang. Dampak tersebut adalah dampak positif dan dampak negative. Dampak positif cabai adalah meredakan pilek dan hidung tersumbat, memperkecil resiko terkena stroke, dapat digunakan sebagai antibiotik alami, meringankan keluhan sakit kepala dan nyeri sendi, meningkatkan nafsu makan pengkonsumsinya, menurunkan kadar kolesterol,mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan, mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida Albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit, menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas, meredakan migraine, mengatasi sakit perut dan bisul., mengobati perut kembung, membantu pembakaran kalori hingga 25%, memberikan kalsium dan fosfor bagi tubuh dan menghilangkan rasa dingin pada tubuh. Hal ini membuktikan bahwa cabai sangat bermanfaat jika dikonsumsi oleh tubuh.
Selain memiliki dampak positif, cabai juga memiliki dampak negatif jika dikonsumsi oleh beberapa orang atau jika dikonsumsi terlalu banyak. Diantaranya adalah dapat menyebabkan iritasi lambung, diare karena gerakan peristaltik usus dan penyebab usus buntu. Oleh karena itu, walaupun cabai bermanfaat bagi tubuh tetapi jika di konsumsi terlalu banyak akan menimbulkan dampak yang membahayakan bagi tubuh.
Jumat, 20 November 2009
Langganan:
Komentar (Atom)

